Aktivitas pasar kaget disejumlah lokasi di Kabupaten Mukomuko, menjadi sorotan. Pasalnya aktivitas berjualan berbagai menu berbuka puasa (takjil) itu membuat kerumunan orang. Karena itu sejumlah pihak mengkhawatirkan pasar kaget tersebut bisa menjadi tempat penularan atau penyebaran Covid-19. Terutama di pasar kaget yang berada di jalan lintas nasional.
Kecemasan ini diutarakan salah satu tokoh masyarakat Ipuh, Surahmin. Ia melihat sendiri aktivitas di pasar kaget sangat ramai. Khususnya yang berjualan di lapangan Medan Jaya Kecamatan Ipuh. Terlihat tidak sedikit pula kendaraan dari luar daerah singgah untuk berbelanja.
Ia menyayangkan ada kesan pembiaran dari pemerintah desa dan kecamatan. “Pemerintah sudah jelas mengimbau, Polri juga. Nah ini kenapa dibiarkan. Kami menyayangkan pemerintah membiarkan masyarakat akan adanya pasar kaget di Kecamatan Ipuh ini,” tukas Surahmin.
Padahal lanjutnya, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sudah mengimbau untuk jaga jarak dan menghindari kerumunan orang. Bahkan aktivitas di masjid saja yang sudah jelas setiap yang masuk masjid harus dalam kondisi suci, tetap dilarang.
“Kita takut ada pengendara mobil yang belanja membawa penyakit, akan membahayakan warga kita sendiri. Mohon pemerintah desa dan kecamatan mengimbau jangan sampai terjadi kumpulan masyarakat. Orang lalu lalang saja dari luar, singgah berbuka. Kita perlu mengingatkan dan memberi masukan untuk menghindari Covid-19,” pungkas Surahmin.
Sorotan demikian tidak hanya muncul dari Kecamatan Ipuh. Tapi juga dari Kecamatan Lubuk Pinang dan wilayah lainnya. Ini diakui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Mukomuko, H. Herlian, S.Sos, M.Si.
-bitdotly/2WcMXyz-
