Keputusan besar yang diambil pihak-pihak berwenang, demi menerapkan imbauan pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid -19 agar tercipta kenyamanan dan keamanan warga masyarakat kecamatan ipuh dengan menghentikan sementara kegiatan jual beli takjil pasar kaget di lapangan merdeka medan jaya, berjalan sesuai dengan yang diharapkan,
Tapi bukan berarti penghentian sementara yang diberi batas waktu berjualan sampai hari jum’at 1/5/2020 ini akan tanpa masalah, pasalnya masih terdapat belasan pedagang terpantau menggelar dagangan takjil dan melayani pembeli “ngeyel” pada hari sabtu, 2/5/2020, tanpa mengindahan peraturan yang ada.
Dihubungi terpisah, Nelly Syakirin yang mempuyai usaha kuliner serupa takjil dan kue-kue lebaran ini menjelaskan, meski kecewa dengan keputusan ini mayoritas pedagang pasar kaget mengaku bisa memaklumi keputusan tersebut, ” karena demi kepentingan bersama, mudah-mudahan kondisi ini bisa cepat kembali normal seperti biasa. Dengan catatan jangan ada yang di anak emaskan”.
“Semua pedagang sudah mundur teratur” mohon untuk semua pihak mengindahkan imbauan ini, dan kepada pihak keamanan jangan pilih-pilih dalam menerapkan aturan jangan sampai pedagang lain protes dengan kembali berjualan di lokasi pasar kaget karena merasa di anak tirikan. Kecuali mereka yang memang sudah lama bejualan dilokasi tak masalah.
“Contohnya pedagang buah-buahan yang sudah lama berjualan sih tidak masalah” karena memang jarak antara pedagang buah yang satu dan lainnya sangat jauh, hanya saja perlu hati-hati dalam melayani pembeli yang singgah, “terapkan protap kesehatan yang ada”, jelasnya.
Disinggung mengenai isu sewa yang sudah terlanjur membayar kepada pengelola, beliau mengaku belum mendapat informasi jelas tentang hal itu, “perlu konfirmasi kepada pengelola seperti apa penyelesaianya” harus ada kejelasan. “Kasihan para pedagang yang sudah membayar”, ujarnya.
Menyiasati permasalahan penghentian sementara pasar ramadhan tersebut menurutnya para pedagang bisa berjualan di rumah dengan memanfaatkan media online semacam facebook atau group-group wa untuk menawarkan dagangan.
“Tidak usah pusing karena tidak bisa jualan di lapangan, rejeki tidak kemana dan tidak akan tertukar asal mau berusaha”. Kesehatan dan keselamatan kita dan keluarga lebih penting. Tutupnya. (-Hs-)
